Senin, 16 Februari 2009

Jangan Menilai Seseorang dari Luar

Menilai orang lain memang sulit. Namun menilai diri sendiri akan lebih sulit. Jujur pada orang lain juga berat, tapi lebih berat jika kita jujur pada diri sendiri. Dari segi mana anda menilai seseorang? Sekilas dari fisiknya 'kah? Atau anda akan lebih jeli saat menentukan penilaian untuk orang lain?
Perhatikan ilustrasi cerita berikut:

PERNAH menemukan bunga teratai? Bunga teratai yang sering kita dapati di area persawahan, mereka terlihat indah saat tangkainya mulai mengeluarkan sekuntum bunga. Apa yang ada di benak kita saat melihat bunga teratai yang indah itu, yang hidupnya di atas lumpur kotor?
Dari benak kita akan muncul sebuah penilaian untuk bunga teratai itu. Sebuah bunga yang hidup, makan dan berkembang di tempat kotor (lumpur), namun dapat menghasilkan bunga yang indah.


Dari ilustrasi di atas, kita dapat menuai pelajaran bahwa seseorang yang berasal dari keluarga, lingkungan dan kehidupan yang "kurang baik" tidak selalu seseorang tersebut tidak baik pula. Baik buruknya seseorang tidak dapat dilihat dari asal-usulnya, tapi berasal dari diri orang itu sendiri.

Semoga kita bisa belajar menilai seseorang dari dalam dirinya. Mulailah dengan belajar jujur pada diri sendiri.

Belajar Ikhlas Terhadap Apapun

Sudahkah kita ikhlas dengan apa yang ada pada diri kita sekarang? Apakah kita ikhlas melakukan suatu hal? Ataukah kita mengharap sebuah imbalan dari apa yang kita lakukan?
Artikel kali ini hanya untuk memotivasi diri sendiri untuk tetap bersyukur dan bersikap ikhlas menghadapi sesuatu.

Renungilah Kisah Asmara Si Ucup dan Sisi berikut ini:

##########

Si Ucup adalah seorang anak yang tidak suka neko-neko. Ucup anaknya baik, namun dia agak pemalas. Sedangkan Sisi adalah seorang gadis baik hati nan rajin lagi pandai. Ucup dan Sisi satu kampus. Mereka kenal saat hari-hari pertama kuliah.

Hari ke hari, mereka berdua makin akrab. Saking dekatnya hubungan mereka, sampai-sampai mereka dikira pacaran, dimana ada Sisi pasti disitu ada Ucup.

Suatu hari, mereka asyik SMS-an. Si Ucup pun curhat tentang sifat pemalasnya kepada Sisi. Sisi pun menjawab bahwa Sisi akan merubah sifat malas Ucup.

Betapa senang Ucup saat itu.

Lama-kelamaan, kedekatan mereka berbuah cinta. Si Ucup mulai mencintai Sisi. Dan benar, Ucup kini menjadi super rajin melakukan apapun. Apalagi yang menyangkut tentang Sisi.

Akhirnya Ucup memberanikan diri menyatakan perasaan cintanya pada Sisi. Namun sayang, Sisi tak bisa menerima Ucup sebagai kekasihnya. Dan pada saat itu juga, karena ada suatu hal, mereka harus berpisah. Hubungan Si Ucup dan Sisi makin jauh.

Peristiwa itu ternyata berpengaruh terhadap sifat Ucup. Perpisahan mereka membuat Ucup menjadi malas. Sifat rajinnya hilang dan Ucup kembali menjadi seseorang pemalas seperti sebelum mengenal Sisi.... Bersambung *(kayak sinetron aja)*
##########


Nah, dari kisah di atas dapat kita ambil pelajaran, bahwa ternyata Si Ucup tidak ikhlas dengan sifat rajinnya. Ucup menjadi rajin karena mengharapkan mendapat perhatian dari Sisi. Yuk kita belajar bersama-sama untuk ikhlas. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Saya sendiri kesulitan untuk mempunyai rasa ikhlas melakukan, memberi dan menerima sesuatu.

Nb: jika ada kesamaan nama, tempat dan peristiwa, itu memang disengaja namun hanya fiktif belaka dan tidak ada maksud buruk apapun.

Tips Memilih Perguruan Tinggi

Buat ade2 ku yang Mau Lulus n Udah buat keputusan mau lanjut KUl, pasti bingung mau Kul di mana,
nah Aku punya sedikit Tips nih.. moga bisa bantu ade2 ya
simak deh tips memilih perguruan tinggi dibawah ini :
MINAT
Faktor utama yang harus kamu ketahui adalah minat kamu sendiri. Kalo kamu udah tau minat kamu ke program studi apa, akan semakin memudahkan kamu memilih perguruan tinggi dan yang lebih penting kamu akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studimu.BIAYASeringkali universitas yang kita inginkan nggak sesuai dengan keadaan keuangan ortu kita. Kuliah di Perguruan Tinggi emang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, de-el-el. Yang lebih nggak bisa diperkirakan adalah biayamendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo kita musti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat kamu akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus kamu tanggung selama kuliah.Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan kamu tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama ortu agar ortu nggak kalang kabut nyariin biaya setelah kamu kuliah di tempat tersebut.
PROSPEK
Saat ini banyak banget program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan kamu pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yangmenganggurataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapet kerja (biasanya karena lulusannya yg langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? Kamu harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depanmu.REPUTASIApakah kamu memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut terkenal saja? Wah…itu salah. Ada bebepa faktor yang harus kamu pertimbangkan jika kamu ingin memilih perguruan tinggi tersebut, misalkan bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.
STATUS AKREDITASI
Kalo tahun-tahun sebelumnya kamu kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Statusakreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN
Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan kamu. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalurakademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu.Tapi ingat, kamu juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata ''setara'' diploma1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan kita terima tidak dapat gunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus hingga saat ini belum diakui untuk dapat disetarakandengan diploma dari perguruan tinggi.
FASILITAS PENDIDIKAN
Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini nggak hanya berlaku kalo kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kamu ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
moga bermanfaat....